Minggu, 30 Desember 2018

Terjemah khaletny Akhaf

Edit Posted by with No comments




Adakah orang yang bisa hidup tanpa rasa sakit?
Adakah orang yang melecehkannya akan mengangkatnya, dia akan sedih?
Adakah orang yang bisa hidup tanpa rasa sakit?
Adakah orang yang melecehkannya mengangkat dia, dia akan sedih?
Kamu membuatku takut pada cintaku padamu lebih dari takut pada diriku sendiri dari kamu
Anda membuat saya suka siksaan saat saya berada di lengan Anda karena saya takut jauh dari Anda
Hidupku berhenti hanya untukmu seolah-olah aku akan bahagia jika aku melihat patah hati
Anda melecehkan saya dan saya masih mencintaimu
Saya minta maaf tentang saya dan Anda tidak merasa kasihan pada saya
Dan kamu tidak bersamaku
Saya menutup mata dan berjalan di jalan yang tidak saya ketahui
Dan karena aku mencintaimu aku mencintai hal-hal yang tidak aku cintai
Dan inilah akhirnya
Kamu membuatku takut pada cintaku padamu lebih dari takut pada diriku sendiri dari kamu
Anda membuat saya suka siksaan saat saya berada di lengan Anda karena saya takut jauh dari Anda
Hidupku berhenti hanya untukmu seolah-olah aku akan bahagia jika aku melihat patah hati
Adakah orang yang bisa hidup tanpa rasa sakit?
Adakah orang yang melecehkannya mengangkat dia, dia akan sedih?
Kamu membuatku takut pada cintaku padamu lebih dari takut pada diriku sendiri dari kamu
Anda membuat saya suka siksaan saat saya berada di lengan Anda karena saya takut jauh dari Anda
Hidupku berhenti hanya untukmu seolah-olah aku akan bahagia jika aku melihat patah hati

Layanan gratis Google menerjemahkan kata, frasa, dan halaman web secara instan antara bahasa Inggris dan lebih dari 100 bahasa ...

Kamis, 06 Desember 2018

soal multiple choise uas iain kediri jurusan pai

Edit Posted by with No comments

Pentingnya Mengajarkan Al-Qur'an pada anak, (UAS, IAIN Kediri, Jurusan PAI)

Edit Posted by with No comments

Nama : Gemely Chanifatun Fitriana
NIM   : 932139415
Kelas  : B



Pendidikan agama bagi seorang anak merupakan hal yang penting karena bekal bagi kehidupan mereka nantinya. Al quran merupakan kitab umat islam dimana kita harus bisa membaca dan mempelajarinya. Pendidikan agama bagi anak misalnya dengan cara mendatangkan guru mengaji al quran.Alasan mengapa harus mengundang guru adalah untuk memberikan carabelajar iqrapada anak jika orang tua belum begitu paham mengenai hal tersebut. Mengenalkan iqra pada anak dapat dimulai sejak anak pada usia lima sampai dengan enam tahun. Anda juga dapat memasukkan anak ke tempat pengajian di masjid dekat rumah anda. jika ingin mendatangkan guru menurut anda lebih baik dilakukan, cobalah untuk mencari guru yang tepat.
Sebaiknya memilih guru mengaji al quranyang memiliki cara mengajar yang unik. Misalnya saja memilih guru ngaji yang menggabungkan unsur kreasi pada saat mengajarkan iqra. Dengan cara membuat berbagai kerajinan tangan yang juga dapat meningkatkan ketertarikan anak untuk belajar agama terutama belajar iqra. Atau juga dapat memilih guru yang memberikan cara belajar iqradengan metode menyanyi. Biasanya dengan metode yang menyenangkan dapat lebih meningkatkan kemampuan anak dalam mengingat apa yang diajarkan. Mereka juga tidak merasa bosan. Anak usia dini atau sekolah dasar biasanya mengalami tingkat kebosanan yang lebih tinggi. Karena pada dasarnya mereka masih ingin terus bermain.
Dengan mencari metode yang tepat maka dapat membuat anak merasa ingin terus mempelajari agama. Jika anda memiliki dua atau tiga orang anak dengan usia yang berdekatan maka dapat membuat jadwal yang berbeda untuk mendatangkan guru mengaji al quran.Karena kemampuan anak pada setiap umur akan berbeda. Jika disatukan kemungkinan akan menyuhkan bagi anak yang dengan usia paling muda. Metode yang diberikan untuk setiap umur yang berbeda juga harus berbeda. Misalnya untuk anak usia tujuh tahun keatas maka dapat melakukan dengan cara  belajar iqra, tajwid, dan tahsin al quran,agar bacaan al quran mereka dapat benar dan merdu.
Anda jug a sebaiknya melakukan evaluasi pada anak anda misalnya setiap satu minggu sekali. Untuk melihat perkembangan mereka. Jika dirasa anak terlihat senang dalam melakukannya. Maka sebaiknya anda dapat terus memanggil guru mengaji al quranJika anda melihat anak anda kurang tertarik dan perkembangannya tidak cukup bagus. Maka anda dapat mengganti guru yang bersangkutan. Atau juga dapat memberitahu guru yang bersangkutan untuk mengubah metode pembelajarannya. Bisa jadi anak anda merasa bosan atau tidak tertarik dengan metode pembelajarannya. Berikan pengertian kepada mereka bahwa alquran harus dimulai dengan belajar iqra. Berikan juga pemahaman mengenai arti penting al quran bagi kehidupan umat muslim
Jika anda masih ragu dalam memilih guru mengaji al quran maka sebaiknya anda menanyakan informasi terkait guru seperti apa yang sesuai kepada kerabat terdekat anda. Mungkin sebagian dari mereka akan menyarankan anda untuk mencari bimbingan belajar di Best Privat. Di dalam websitenya, anda akan menemui dengan mudah berbagai guru untuk belajar iqra, tajwid, dan tahsin al quran.Mereka memiliki kualitas yang bagus untuk mengajarkan kepada anak kita terkait membaca al quran dengan baik dan benar. Baik dan benar ini terkait dengan panjang pendeknya membaca huruf yang ada di al quran. Para pengajar berasal dari perguruan tinggi yang ternama dengan kualitas yang baik. Metode pengajaran pun sdah disesuakian agar mudah ditangkap oleh murid.

Pendidikan Moral pada Anak (UAS, IAIN Kediri jurusan PAI)

Edit Posted by with No comments
Nama : Gemely Chanifatun Fitriana
NIM   : 932139415
Kelas  : B


Moral adalah tingkah laku yang dimiliki setiap individu, jika melakukan sesuatu sesuai dengan norma maka dia mempunyai moral yang baik begitupun sebaliknya. Moral sangat mempunyai ikatan baik dengan norma. Diantara macam-macam norma, norma agama, kesopanan, budaya dan norma kesusilaan. 
Dalam beberapa macam norma tersebut dapat kita terapkan dengan sebaik mungkin kemudian diajarkan kepada anak usia dini yang akan mengenyam beberapa tauladan dari diri kita. Kita tidak bisa menghakimi seorang anak kecil yang masih belum bisa menerka apa itu moral, bagaimana dia mengerjakan sesuatu sesuai dengan norma dan siapa yang harus dia jadikan contoh dalam bersikap maupun bertingkah laku kesehariannya?. Karena anak yang masih polos, masih dalam keadaan suci belum tahu apakah yang ia lihat sudah sesuai dengan norma? Dan sebagainya.
Menurut piaget, di usia 0-2 tahun anak masih dalam tahap sensorimotor. Maksudnya dalam usia ini anak melihat semua tingkah laku disekitar lingkungannya. Pada usia 2-7 tahun, anak berada dalam tahap pra operasional konkrit, di tahap ini semua yang anak lihat akan terekam dalam memori otaknya akan tetapi masih belum bisa memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang tidak pantas dia tirukan. Jadi, ibarat anak makan, dia menelan mentah-mentah apa yang sudah didepan matanya. Baik nantinya akan menyesatkan anak atau malah membuatnya semakin baik kedepannya.
Nah.... setelah kita mengetahui bahwa semua anak mempunyai sikap peniru yang handal, kedepannya harus lebih berhati-hati lagi dalam bersikap dan bertingkah laku. Dari sinilah mari Ibda’ binfsi (mulailah dari diri kita sendiri). Kita harus menjadi suri tauladan baik dan orang tua yang selalu diidolakan oleh banyak anak. Mengapa orang tua harus menjadi suri tauladan yang baik? Karena Al Madrosatul Ula Ummun, sejauh apapun kita kuliah, setinggi apapun pangkatnya sekolah pertama ada pada sosok IBU.  Mengapa? Karena pendidikan pertama atau sekolah pertama berpengaruh pada karakter anak kedepannya.
KH Asy’ari membuka karya tulisnya, Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim, dengan mengutip sabda Rasulullah SAW, bahwa “Hak seorang anak atas orang tuanya adalah mendapatkan nama yang baik, pengasuhan yang baik, dan adab yang baik. Membentuk moral baik pada anak merupakan sebagian hukum syara Islam. Why? Karena membentuk moral atau adab sopan santun pada anak merupakan bagian dari akhlak Islam yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW. Seperti sabdanya, Setiap Muslim wajib menghiasi dirinya dengan akhlak mulia,  baik dalam beribadah, bermuamalah dengan orang lain maupun dalam perilaku yang sifatnya pribadi sekalipun.
Anak adalah suatu amanah dan hibah dari Allah sebagai penyejuk pandangan mata dan belahan jiwa yang dititipkan kepada manusia yang sudah dianggap baik oleh-Nya dan benar-benar bisa merawat dan menjaganya dengan baik. Dalam suatu riwayat menjelaskan bahwa diantara bentuk perhiasan dunia adalah bangga dengan banyaknya anak.
Jadi, bersyukurlah orang yang dikaruniai seorang anak, karena tidak semua orang mempunyai kesempatan untuk merawat amanah yang kebanyakan orang ingin mengemban amanah yang Allah tiipkan ini. Bagaimana cara mensyukuri amanah Allah yang satu ini? Dengan cara merawat dengan baik. Jangan pernah mengabaikan anak yang sudah Allah titipkan. Kita harus bisa mengarahkan anak kejalan yang benar bukan malah menyesatkan. Sekarang banyak yang menyalah gunakan antara agama dengan moral yang kita miliki.
Mulai dari tadi kita berbicara tentang moral. Sebagai orang tua atau calon ibu pasti terbesit dalam hati menginginkan anak yang mempunyai moral baik. Orang tua mana yang tidak menginginkan anak lembut tutur sapanya, sopan dan santun perilakunya, hormat dan patuh kepada orang tuanya, wajahnya selalu bersinar dikelilingi orang yang baik? Tentu anak seperti ini membuat semua orang senang. Pasti kita beranggapan bahwa anak ini adalah anak yang terdidik dengan baik dan mendapatkan bimbingan dengan baik dari orang-orang yang menyayanginya. Oleh karena itu, anak harus diperhatikan dengan baik agar mereka tumbuh sebagai generasi yang berguna, selalu menyinari orang-orang terdekatnya terutama orang tua.
Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana cara menanamkan moral atau adab pada anak?
Salah satunya adalah “Orang tua harus selekif dalam memilihkan program tayangan media untuk anak”. Tayangan televisi mulai merangsang anak untuk selalu menonton dan menirukan setiap adegan yang diperankannya baik kekerasan maupun moral yang sebenarnya kurang baik pada anak. Contoh riil-nya, film tentang Si Kancil. Maksud dari film ini sebenarnya untuk menyampaikan kecerdikan seekor kancil. Akan teteapi yang masuk kedalam fikiran anak bukan kecerdikannya melainkan moral negatifnya seperti mencuri yang bukan miliknya. 
Tidak usah jauh-jauh, saat ini cara hidup di Indonesia saja mencontohkan cara hidup kancil. Korupsi kemana-mana. Pencurian merajalela. Mengapa seperti itu? Karena sikap negatif akan lebih dominan dan mudah  dicerna dibandingkan sikap positif. Jadi jangan biarkan anak menonon film tanpa sepengetahuan kita atau orang tua. Beri anak tontonan yang mengedukasi dirinya untuk melakukan kebiasaan yang baik.